Dikarenakan TCP/IP
adalah serangkaian protokol di mana setiap protokol melakukan sebagian
dari keseluruhan tugas komunikasi jaringan, maka tentulah implementasinya
tak lepas dari arsitektur jaringan itu sendiri. Arsitektur rangkaian
protokol TCP/IP mendifinisikan berbagai cara agar TCP/IP dapat saling
menyesuaikan.
Karena TCP/IP merupakan
salah satu lapisan protokol OSI * (Open System Interconnections),
berarti bahwa hierarki TCP/IP merujuk kepada 7 lapisan OSI tersebut.
Berikut adalah model referensi OSI 7 lapisan, yg mana setiap lapisan
menyediakan tipe khusus pelayanan jaringan :
|Application layer |<----------------->|Application layer |
|Presentation layer|<----------------->|Presentation layer|
|Session layer |<----------------->|Session
layer |
|Transport layer |<----------------->|Transport
layer |
|Network layer |<----------------->|Network
layer |
|Data link layer |<----------------->|Data
link layer |
|Physical layer
|<----------------->|Physical layer |
Tiga lapisan teratas
biasa dikenal sebagai "upper lever protocol" sedangkan empat lapisan
terbawah dikenal sebagai "lower level protocol". Tiap lapisan berdiri
sendiri tetapi fungsi dari masing-masing lapisan bergantung dari keberhasilan
operasi layer sebelumnya. Sebuah lapisan pengirim hanya perlu berhubungan
dengan lapisan yang sama di penerima (jadi misalnya lapisan data link
penerima hanya berhubungan dengan data link pengirim) selain dengan
satu layer di atas atau dibawahnya (misalnya lapisan network berhubungan
dengan lapisan
transport diatasnya atau dengan lapisan data link dibawahnya).
Model dengan menggunakan
lapisan ini merupakan sebuah konsep yg penting karena suatu fungsi
yg rumit yg berkaitan dengan komunikasi dapat dipecahkan menjadi sejumlah
unit yg lebih kecil. Tiap lapisan bertugas memberikan layanan tertentu
pada lapisan diatasnya dan juga melindungi lapisan diatasnya dari
rincian cara pemberian layanan tersebut. Tiap lapisan harus transparan
sehingga modifikasi yg dilakukan atasnya tidak akan menyebabkan perubahan
pada lapisan yang lain. Lapisan menjalankan perannya dalam pengalihan
data dengan mengikuti peraturan yang berlaku untuknya dan hanya berkomunikasi
dengan lapisan yang setingkat. Akibatnya sebuah layer pada satu sistem
tertentu hanya akan berhubungan dengan lapisan yang sama dari sistem
yang lain. Proses ini dikenal sebagai "Peer process". Dalam keadaan
sebenarnya tidak ada data yang langsung dialihkan antar lapisan yang
sama dari dua sistem yang berbeda ini. Lapisan atas akan memberikan
data dan kendali ke lapisan dibawahnya sampai lapisan yang terendah
dicapai. Antara dua lapisan yang berdekatan terdapat "interface" (antarmuka).
Interface ini mendifinisikan operasi dan layanan yang diberikan olehnya
ke lapisan lebih atas. Tiap lapisan harus melaksanakan sekumpulan
fungsi khusus yang dipahami dengan sempurna. Himpunan lapisan dan
protokol dikenal sebagai "arsitektur jaringan".
Pengendalian komunikasi
dalam bentuk lapisan menambah overhead karena tiap lapisan berkomunikasi
dengan lawannya melalui "header". Walaupun rumit tetapi fungsi tiap
lapisan dapat dibuat dalam bentuk modul sehingga kerumitan dapat ditanggulangi
dengan mudah. Disini kita tidak akan membahas model OSI secara mendalam
secara keseluruhannya, karena protokol TCP/IP tidak mengikuti benar
model referensi OSI tersebut. Walaupun demikian, TCP/IP model akan
terlihat seperti ini :
=========================================
|Application layer |
|
|Presentation layer | Application layer |
|Session
layer
|
|
|===================|===================|
|Transport layer
| Transport layer/
|
|
| Host
to host |
|=======================================|
|Network layer | Network layer/
|
|
| internet layer
|
|===================|===================|
|Data Link
layer | Network
access |
|Physical layer |
|
|===================|===================|
Model
OSI
model internet
Sekarang mari kita
bahas keempat lapisan tersebut.
a.
Network Access
Lapisan ini hanya
menggambarkan bagaimana data dikodekan menjadi sinyal-sinyal dan karakteristik
antarmuka tambahan media.
b.
Internet layer/ network layer
Untuk mengirimkan
pesan pada suatu internetwork (suatu jaringan yang mengandung beberapa
segmen jaringan), tiap jaringan harus secara unik diidentifikasi oleh alamat
jaringan. Ketika jaringan menerima suatu pesan dari lapisan yang lebih
atas, lapisan network akan menambahkan header pada pesan yang termasuk
alamat asal dan tujuan jaringan. Kombinasi dari data dan lapisan network
disebut "paket". Informasi alamat jaringan digunakan untuk mengirimkan
pesan ke jaringan yang benar, setelah pesan tersebut sampai pada jaringan
yg benar, lapisan data link dapat menggunakan alamat node untuk mengirimkan
pesan ke node tertentu.
Meneruskan paket ke
jaringan yang benar disebut "routing" dan peralatan yang meneruskan
paket adalah "routers". Suatu antar jaringan mempunyai dua tipe node
:
-
"End nodes", menyediakan pelayanan kepada pemakai. End nodes menggunakan lapisan network utk
menambah informasi alamat jaringan kepada paket, tetapi tidak melakukan
routing. End nodes kadang-kadang disebut "end system" (istilah OSI)
atau "host" (istilah TCP/IP)
-
Router memasukan mekanisme khusus untuk melakukan routing.
Karena routing
merupakan tugas yg kompleks, router biasanya merupakan peralatan tersendiri yg tidak menyediakan
pelayanan kepada pengguna akhir. Router kadang-kadang disebut "intermediate
system" (istilah OSI) atau "gateway" (istilah TCP/IP).
Selain itu juga lapisan
ini bertanggung jawab untuk pengiriman data melalui antar jaringan.
Protokol lapisan intenet yang utama adalah internet protokol, IP (RFC
791, lihat juga RFC 919, 922,950). IP menggunakan protokol-protokol
lain untuk tugas-tugas khusus internet. ICMP(dibahas nanti) digunakan
untuk mengirimkan pesan-pesan ke lapisan host ke host. Adapun fungsi
IP :
1. Pengalamatan
2. Fragmentasi
datagram pada antar jaringan
3. Pengiriman
datagram pada antar jaringan
c. Transport
layer /host to host
Salah satu tanggung
jawab lapisan transport adalah membagi pesan-pesan menjadi fragment-fragment
yang cocok dengan pembatasan ukuran yg dibentuk oleh jaringan. Pada
sisi penerima, lapisan transport menggabungkan kembali fragment untuk
mengembalikan pesan aslinya, sehingga dapat diketahui bahwa lapisan
transport memerlukan proses khusus pada satu komputer ke proses yg
bersesuaian pada komputer tujuan. Hal ini dikenal sebagai Service
Access Point (SAP) ID kepada setiap paket (berlaku pada model OSI,
istilah TCP/IP untuk SAP ini disebut port *).
Mengenali pesan-pesan
dari beberapa proses sedemikian rupa sehingga pesan tersebut dikirimkan
melalui media jaringan yg sama disebut “ multiplexing ”.
Prosedur mengembalikan pesan dan mengarahkannya pada proses yg benar
disebut “demultiplexing”. Tanggung javab lapisan
transport yg paling berat dalam hal pengiriman pesan adalah mendeteksi
kesalahan dalam pengiriman data tersebut. Ada dua kategori umum deteksi
kesalahan dapat dilakukan oleh lapisan transport :
a. Reliable
delivery, berarti kesalahan tidak dapat terjadi, tetapi kesalahan
akan dideteksi jika terjadi. Pemulihan kesalahan dilakukan dengan
jalan memberitahukan lapisan atas bahwa kesalahan telah terjadi dan
meminta pengirimna kembali paket yg kesalahannya terdeteksi.
b. Unreliable
delivery, bukan berarti kesalahan mungkin terjadi, tetapi menunjukkan
bahwa lapisan transport tidak memeriksa kesalahan tersebut. Karena
pemeriksaan kesalahan memerlukan waktu dan mengurangi penampilan jaringan.
Biasanya kategori ini digunakan jika setiap paket mengandung pesan
yg lengkap, sedangkan reliable delivery, jika mengandung banyak paket.
Unreliable delivery, sering disebut “datagram delivery”
dan paket-paket bebas yg dikerimkan dengan cara ini sering disebut
“datagram”.
Karena proses lapisan
atas (application layer) memiliki kebutuhan yg bervariasi, terdapat
dua protokol lapisan transport /host to host, TCP dan UDP. TCP adalah
protokol yg handal. Protokol ini berusaha secara seksama untuk mengirimkan
data ke tujuan, memeriksa kesalahan, mengirimkan data ulang bila diperlukan
dan mengirimkan error ke lapisan atas hanya bila TCP tidak berhasil
mengadakan komunikasi (dibahas nanti). Tetapi perlu dicatat bahwa
kehandalan TCP tercapai dengan mengorbankan bandwidth jaringan yg
besar.
UDP (User Datagram
Protocol) disisi lain adalah protokol yg tidak handal. Protokol ini
hanya “semampunya” saja mengirimkan data. UDP
tidak akan berusaha untuk mengembalikan
datagram yg hilang dan proses pada lapisan atas harus bertanggung
jawab untuk mendeteksi data yg hilang atau rusak dan mengirimkan ulang
data tersebut bila dibutuhkan.
d. Application
layer
Lapisan inilah biasa
disebut lapisan akhir (front end) atau bisa disebut user program.
Lapisan inilah yg menjadi alasan keberadaan lapisan sebelumnya. Lapisan
sebelumnya hanya bertugas mengirimkan pesan yg ditujukan utk lapisan
ini. Di lapisan ini dapat ditemukan program yg menyediakan pelayanan
jaringan, seperti mail server (email program), file transfer server
(FTP program), remote terminal.
Token Ring merupakan
teknologi LAN data link
yg didefinisikan oleh IEEE 802.4
dimana sistem dihubungkan satu sama lain dengan menggunakan
segmen kabel twisted-pair point-to-point untuk membentuk suatu struktur
ring. Sebuah sistem diijinkan untuk mengirim hanya bila sistem tersebut
memiliki token (data unit khsusus yg digunakan bersama-sama) yg akan
dilewarkan dari satu sistem ke sistem lain sekitar ring. komputer
port adalah tempat adalah tempat dimana informasi masuk dan keluar.
Di PC contohnya monitor sebagai keluaran informasi, keyboard dan mouse
sebagai masukan informasi. Tetapi dalam istilah internet, port berbentuk
virtual (software) bukan berbentuk fisik seperti RS232 serial port
(utk koneksi modem).

0 komentar:
Posting Komentar