Dalam merancang jaringan lokal yang ingin kita hubungkan ke Internet
umumnya kita membutuhkan sebuah router (apalagi kalo IP Publiknya cuman
satu). Sehingga jaringan lokal kita akan terpisah dari jaringan Internet
dan komputer client akan berinternet melalui router tersebut. Contoh
topologi tersebut seperti berikut :

Jika jaringan kita semakin besar, maka umumnya topologi yang dibangun akan menggunakan konsep DMZ (De Militarized Zone). Kata DMZ diambil dari dunia militer yang berarti zone aman perang atau zone bebas. Pada jaringan komputer DMZ merupakan zone peralaihan dari jaringan public (Internet) untuk menuju jaringan lokal (LAN), begitu pun sebaliknya. Dengan menggunakan DMZ maka administrator akan lebih mudah mengatur lalu lintas data, juga lebih aman jika akan menempatkan beberapa server. Karena server-server tersebu tidak akan langsung diakses oleh user di Internet, juga tidak akan langsung diakses dari user yang ada di jaringan lokal, seperti terlihat pada gambar berikut :

Dengan menggunakan DMZ, Administrator jaringan juga dapat mengatur user lokal mana yang bisa mengakses server, begitu juga dengan user yang berasal dari Internet, masih bisa dikendalikan pada Internet Gateway yang sudah dilengkapi firewall. Teknik menggunakan DMZ juga sangat membantu jika kita ingin membangun beberapa server public namun hanya memiliki sebuah IP Address publik.
Jika ingin membagun jaringan dengan menggunakan DMZ maka yang harus dikonfigurasikan di Eksternal Router (router yang berhubungan ke Internet) adalah Network Address Translation, terutama Destination NAT (DNAT) yang akan berfungsi memberikan akses kepada user di Internet untuk mengakses server-server yang berada dibelakang Internet Gateway. Sedangkan untuk Internal router yang harus dikonfigurasikan adalah akses Forwarding yang memungkinkan user lokal untuk mengakses server-server di DMZ maupun untuk mengakses Internet.

0 komentar:
Posting Komentar