Home » , , » De Militerized Zone (DMZ)

De Militerized Zone (DMZ)

Posted by CB Blogger

Dalam merancang jaringan lokal yang ingin kita hubungkan ke Internet umumnya kita membutuhkan sebuah router (apalagi kalo IP Publiknya cuman satu). Sehingga jaringan lokal kita akan terpisah dari jaringan Internet dan komputer client akan berinternet melalui router tersebut. Contoh topologi tersebut seperti berikut :

De Militerized Zone (DMZ)
Router yang kita fungsikan sebagai Internet gateway harus menjalankan fungsi firewall yang akan mengatur lalu lintas data yang masuk dan keluar ke jaringan lokal kita. Ini adalah topologi yang umum kita gunakan untuk jaringan berskala kecil, seperti warnet atau small office.

Jika jaringan kita semakin besar, maka umumnya topologi yang dibangun akan menggunakan konsep DMZ (De Militarized Zone). Kata DMZ diambil dari dunia militer yang berarti zone aman perang atau zone bebas. Pada jaringan komputer DMZ merupakan zone peralaihan dari jaringan public  (Internet) untuk menuju jaringan lokal (LAN), begitu pun sebaliknya. Dengan menggunakan DMZ maka administrator akan lebih mudah mengatur lalu lintas data, juga lebih aman jika akan menempatkan beberapa server. Karena server-server tersebu tidak akan langsung diakses oleh user di Internet, juga tidak akan langsung diakses dari user yang ada di jaringan lokal, seperti terlihat pada gambar berikut :

De Militerized Zone (DMZ)


Dengan menggunakan DMZ, Administrator jaringan juga dapat mengatur user lokal mana yang bisa mengakses server, begitu juga dengan user yang berasal dari Internet, masih bisa dikendalikan pada Internet Gateway yang sudah dilengkapi firewall. Teknik menggunakan DMZ juga sangat membantu jika kita ingin membangun beberapa server public namun hanya memiliki sebuah IP Address publik.

Jika ingin membagun jaringan dengan menggunakan DMZ maka yang harus dikonfigurasikan di Eksternal Router (router yang berhubungan ke Internet) adalah Network Address Translation, terutama Destination NAT (DNAT) yang akan berfungsi memberikan akses kepada user di Internet untuk mengakses server-server yang berada dibelakang Internet Gateway. Sedangkan untuk Internal router yang harus dikonfigurasikan adalah akses Forwarding yang memungkinkan user lokal untuk mengakses server-server di DMZ maupun untuk mengakses Internet.


0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.